Aplikasi Audiobook Storytel Sukses Hadirkan Sensasi Eargasm
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Perkembangan sosial media yang luar biasa, terkadang membuat saya menemukan kata-kata nyeleneh atau lebih dikenal dengan nama ‘slang’, seperti eargasm. Sekilas saat mendengar kata eargasm, agak tabu, kurang sopan, tidak senonoh, betul? Yups, itulah yang dimaksud dengan kata ‘slang’.
Dilansir dari britannica.com, slang adalah kata atau frasa tidak biasa yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu dengan cara baru. Memang penggunaan kata-kata slang ini terdengar asing dan umum digunakan oleh anak muda, tapi sebagai orangtua sebaiknya kita juga perlu tahu istilah-istilah baru yang dianggap kekinian, baru, dan gaul, bukan?
Apalagi istilah eargasm ini populer sejak tahun 2015 lalu dan kini saya merasa kata slang tersebut cocok kalau disandingkan untuk sebuah aplikasi audiobook . Mengapa? Simak terus penuturannya di sini ya, sahabat.
3 Pelajaran Hidup dari Bootcamp Duta Inklusif Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle , parenting , inspirasi, dan h...
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Manusia-manusia kuat itu kita Jiwa-jiwa yang kuat itu kita
Sepenggal lirik lagu Tulus yang berjudul Manusia Kuat, adalah tanggapan saya terhadap para wanita yang saya temui di Bootcamp Duta Inklusif. Sebuah acara yang diselenggarakan oleh Ibu Profesional ini memberikan saya gambaran baru dalam memandang dunia.
Saya mengikuti acara Bootcamp Duta Inklusif hanya dengan modal nekat dan ingin belajar soal bahasa isyarat. Namun ternyata banyak pelajaran hidup dan pengetahuan baru yang saya dapatkan. Apa sajakah itu? Yuk, sahabat terusin membacanya di sini.
3 Aplikasi Edit Video yang Bisa Kolaborasi dengan Filmorago Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle , parenting , in...
3 Aplikasi Edit Video yang Bisa Kolaborasi dengan Filmorago
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Setelah belajar lagi tentang editing audio visual dengan menggunakan aplikasi filmora, saya merasa ketagihan untuk terus mencoba mengedit proyek audio visual. Dari beberapa kali mencoba aplikasi edit video antara filmora di komputer atau laptop dan filmorago di ponsel, saya lebih memilih menggunakan filmorago sebagai aplikasi edit videonya.
Mengapa saya lebih memilih menggunakan aplikasi edit video dari telepon genggam? Sebab, sebagai IRT (ibu rumah tangga) dengan 3 anak-anak yang kebanyakan masih balita, gerak saya masih agak terbatas jika harus membuka laptop atau komputer. Jadilah, saya lebih memilih banyak beraktivitas dengan ponsel.
Itulah alasan terbesar saya lebih memilih aplikasi filmorago sebagai sarana belajar video editing. Akan tetapi, agar hasil editing audio videonya bisa lebih maksimal, saya pun mencoba mengkolaborasikan aplikasi-aplikasi edit video lainnya.
Lo, memang kenapa sih, filmorago membutuhkan kolaborasi dari aplikasi edit video lainnya? Simak terus penjelasannya di sini, ya.
5 Manfaat Belajar Filmora Bareng IP Jakarta Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle , parenting , inspirasi, dan hib...
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Setelah berhenti bekerja sebagai broadcaster, saya sudah tidak lagi menggunakan aplikasi editing video dan audio. Sebab menurut saya, saya belum merasa perlu atau butuh. Lalu, ketika ada pelatihan belajar filmora yang diadakan Ibu Profesional (IP) Jakarta, saya menjadi tertarik dan tertantang untuk mengikutinya.
Mengapa? Karena, mentornya mbak Novita Markhamah atau biasa dipanggil mbak Ibun. Beliau ini adalah orang di balik layarnya video-video keren yang dibuat oleh IP Jakarta. Saya tertarik ikut karena penasaran aplikasi apa sih, yang dipakai oleh mbak Ibun biar menghasilkan video-video luar biasa itu.
Sekaligus agar kembali mengasah kemampuan editing video audio yang sudah saya punya. Jangan sampai saya mengulang ‘me and my stupidity’ lagi. Lalu, apa saja manfaat yang saya terima dari pembelajaran tersebut? Terusin saja membacanya di sini.
Drakor Alice: Cerita Sangkuriang atau Perjuangan Detektif Menyelamatkan Ibunya Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting...
Drakor Alice: Cerita Sangkuriang atau Perjuangan Detektif Menyelamatkan Ibunya
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Akhirnya menulis lagi setelah pekan kemarin vakum dulu. Ternyata beristirahat sebentar, membuat saya ingin menuliskan banyak hal. Oleh karena itu, hari ini saya mau menulis tentang drama Korea (drakor) yang sedang tayang dan lagi saya tonton, Alice. Alasan pertama saya mengulas drakor Alice ini karena ratingnya bagus.
Kalau ratingnya bagus, sudah pasti ada sesuatu dong, ya? Oleh karena itu, saya mau membahas tentang drakor Alice ini menurut versi saya. Mau tahu ulasan saya tentang drakor yang dibintangi Joo Won dan Kim Hee Sun ini? Silakan simak terus di sini, ya.
5 Nutrisi Terbaik di Susu Formula Buat Si 4 Tahun yang Lincah Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting , inspirasi, dan...
5 Nutrisi Terbaik di Susu Formula Buat Si 4 Tahun yang Lincah
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Kali ini saya akan berbagi cerita soal putra saya yang bernama Hiro, berusia 4 tahun, si lincah yang bercita-cita sebagai pemain bola dan imam masjid. Masih teringat jelas, kalau Hiro sempat mengalami ADB (Anemia Defisiensi Besi), saat dia berusia 9 bulan. Karena alasan itu jugalah, yang akhirnya saya mantap memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus hanya untuk mengurus kedua buah hati saya.
Pengalaman pahit, ketika si sulung yang sempat bolak-balik ke rumah sakit dikarenakan diare, langsung terbayang. “Cukup sudah. Saya tidak ingin anak-anak menjadi korban, karena kesalahan dalam pengasuhannya saat bertumbuh kembang, termasuk soal asupan nutrisinya,” ucap saya dalam hati kala itu.
Sebenarnya apa sih, ADB (Anemia Defisiensi Besi) itu, sehingga saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus dalam memberikan asupan nutrisi terbaik buat anak-anak? Simak terus ceritanya di sini ya, Sahabat.
5 Wasiat untuk Ketiga Buah Hati Saya Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, b...
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Kesimpulan materi keempat kelas pra bunsay,
Masih melanjutkan pembicaraan dari perkuliahan ‘pra bunda sayang (bunsay)’, kali ini kami diberikan ilmu soal sejarah dan kerangka berpikir serta piramida Ibu Profesional (IP). Kali ini pematerinya dibawakan oleh perempuan, ibu, dan istri hebat dari IP Banten, yang bernama Mbak Maria Ulfah.
Mbak Maria Ulfah kembali mengingatkan apa sih, tujuan kita belajar di IP. Harapannya setelah belajar di IP, kita akan memiliki 4 kemampuan ini,
Hebat mengelola keluarga
Percaya diri
Mampu mendidik dan mengembangkan anak
Terus menerus mengembangkan diri
Agar memperoleh kepercayaan diri, ternyata kita harus memiliki 3 hal ini,
Mempelajari ilmunya untuk hal-hal yang ingin kita ketahui
Memiliki keterampilan dalam memanejem waktu dengan baik
Bisa menerima dan bersyukur dengan keadaan diri kita sendiri dan keluarga
Mengapa sih, kepercayaan diri bagi seorang perempuan, istri, dan ibu menjadi penting? Sebab, salah satu faktor dari kebahagiaan bisa terjadi, jika seorang perempuan, ibu, dan istri itu sudah percaya diri dalam mengurus serta mengelola keluarganya. Kemudian setelah pintar dalam mengelola keluarga, insyaAllah perempuan, istri, dan ibu juga akan mampu mendidik dan mengembangkan anak-anaknya. Setelah itu, keinginan untuk terus bertumbuh dan belajar akan tertanam dalam diri.
Dari menyimak materi dari Mbak Maria Ulfah, saya suka dengan kalimat beliau yang satu ini,
“Seorang Ibu yang berkualitas baik akan melahirkan anak-anak yang baik dan unggul, sehingga mampu membangun sebuah peradaban yang baik. Seorang ibu harus memiliki jiwa pembelajar. Terus belajar dan meningkatkan kualitas diri demi memantaskan menjadi ibu dari anak-anak yang hebat.”
Kesimpulan materi dari Mbak Maria Ulfah semakin membuat saya yakin, kalau IP adalah keluarga ideologis saya dalam memantaskan diri menjadi ibu dari anak-anak hebat, yaitu ketiga buah hati saya.
Saya paham betul kalau saya tidak akan bisa mendampingi mereka selamanya. Akan ada masa, saya harus kembali mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya, selama di dunia. Oleh karena itu, saya ingin memberikan wasiat atau pesan kepada ketiga buah hati saya. Apa sajakah wasiatnya itu? Jika berkenan, silakan tetap menyimak di sini ya, sahabat.
5 Syarat untuk Memilih Aktor Favorit ala Lithaetr Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (m...
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Tak terasa tantangan dari grup whatsapp drakor dan literasi KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional) sudah hampir selesai. Kali ini kami diminta untuk menuliskan oppa, dongseng, dan eonni favorit atau sama saja dengan siapakah aktris dan aktor favorit atau bias (nama lain dari idola).
Di tulisan kali ini, saya mau membahas tentang oppa atau aktor favorit saja, ya. Memang apa sih, oppa, dongseng, dan eonni itu? Oppa itu adalah sebutan atau panggilan adik perempuan untuk kakak kandung laki-lakinya. Namun selain itu, oppa ternyata bisa digunakan juga untuk panggilan sayang atau keakraban bagi perempuan yang lebih muda kepada laki-laki yang lebih tua.
Sementara dongseng itu adalah panggilan untuk adik, baik laki-laki atau perempuan. Hampir sama kayak oppa, dongseng, juga digunakan untuk panggilan sayang atau hubungan keakraban. Tidak jauh berbeda juga dengan eonni, yang juga digunakan untuk panggilan sayang atau keakraban diantara perempuan. Eonni, adalah panggilan bagi adik perempuan kepada kakak kandung perempuannya. Dalam hubungan kedekatan, eonni, juga bisa digunakan untuk memanggil perempuan yang lebih tua dibandingkan kita.
Untuk ditulisan kali ini, saya mencoba membahas oppa atau aktor favorit versi saya, berdasarkan beberapa syarat. Kok, pakai syarat segala sih? Ya iya dong, menurut saya kalau menyukai seseorang, entah itu bias maupun ketika mencari jodoh dahulu (ea, hehehe), harus ada syarat atau kriteria di dalamnya. Mengapa? Sebab dari syarat atau kriteria itulah yang nantinya akan membuat kita bertahan atau mau memaafkan ketidak sempurnaan yang dimiliki oleh bias atau calon pasangan (dulu lo, ya, hehehe).
Bias atau idola itu juga manusia biasa, jadilah dia juga tak luput dari kesalahan. Nah, beberapa syarat atau kriteria inilah yang biasanya akan membuat saya mau mempertahankannya sebagai bias. Mau tahu apa saja syaratnya? Tetap ikutin terus penuturannya di sini, ya sahabat.
3 Permainan Asyik Terkait Idul Adha yang Bisa Dilakukan di Rumah Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi,...
3 Permainan Asyik Terkait Idul Adha yang Bisa Dilakukan di Rumah
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Tulisan kedua bulan ini masih terkait dengan Ibu Profesional (IP). Kali ini saya mencoba menyelesaikan tantangan dari rumah belajar (rumbel) menulis(RBM) IP Jakarta. RBM menantang para anggotanya untuk menuliskan tema tentang Idul Adha pada Masa Pandemi. Oleh karena itu, saya mencoba menuliskan pengalaman tentang kegiatan yang sudah saya lakukan bersama anak-anak selama pandemi ini.
Pandemi, membuat saya belajar untuk terus mencari permainan asyik yang bisa dimainkan bersama anak-anak. Tentu saja hal itu tidaklah mudah, apalagi saya termasuk yang tidak suka dengan kegiatan kerajinan tangan dan kesenian (KERTAKES) sewaktu sekolah dulu. Tapi karena sudah menjadi orang tua dan saat Corona datang kami dipaksa untuk banyak melakukan kegiatan dari rumah saja, jadilah saya menantang diri saya untuk mencari inspirasi ide permainan buat anak-anak.
Hampir 4 bulan berkegiatan dari rumah, membuat kami merayakan 2 hari besar Islam juga di rumah saja. Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Sebagai ibu dari 3 anak yang masih kecil-kecil (berada di tahapan usia yang masih belajar dengan sesuatu nan konkret), jadilah saya masih harus mengenalkan segala sesuatunya secara nyata atau dengan sesuatu yang bisa dirasakan, dilihat, dipegang, dan disentuh.
Itulah mengapa saya perlu mengenalkan hari raya besar Islam, khususnya Idul Adha kepada anak-anak secara nyata terlebih dahulu. Bagaimana saya mengenalkannya ke anak-anak? Tetap ikutin terus cerita saya di sini.
Bersama Ibu Profesional, Inilah 3 Kunci Jadi Ibu Kebanggaan Keluarga versi Lithaetr Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia pa...
Bersama Ibu Profesional, Inilah 3 Kunci Jadi Ibu Kebanggaan Keluarga versi Lithaetr
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Awal bulan, izinkanlah saya menuliskan mimpi saya. Wah, kenapa nih, tiba-tiba membicarakan mimpi? Alhamdulillah, setelah menunggu sekian purnama, hehehe, akhirnya saya berkesempatan untuk bisa kembali belajar di Ibu Profesional (IP), lewat kelas ‘Bunda Sayang’ (bunsay).
Apa itu Ibu Profesional?
Buat sahabat Lithaetr yang belum mengetahui apa itu Ibu Profesional, saya akan berusaha menjelaskannya sedikit. Ibu Profesional itu adalah forum belajar bagi ibu dan calon ibu yang ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai ibu, istri, dan perempuan. Di IP inilah, kita akan diajak untuk semakin mengenal siapa diri kita. Setelah itu, kita diajak untuk bertumbuh, belajar, dan saling menguatkan diantara sesama perempuan.
Hal tersebut tentu saja dimaksudkan agar ketika kita ada masalah, kita tidak sendiri. Ada juga lo, perempuan-perempuan di luar sana yang mengalami nasib serupa dan mungkin saja ada yang lebih parah dari apa yang kita alami. Setelah bergabung di IP sejak 2017, sudah ada perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri ini.
Salah satunya adalah mengetahui pentingnya seorang ibu harus belajar atau memiliki ilmu dalam mendidik anak-anaknya. Memang mengapa ibu perlu belajar dalam mendidik anak-anaknya? Simak terus penuturannya di sini.
5 Alasan RS Omni Pulomas Jadi Favorit Keluarga Saya Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (m...
5 Alasan RS Omni Pulomas Jadi Favorit Keluarga Saya
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Walaupun sudah lewat, ingin membahas sedikit soal ‘Hari Anak Nasional’ tanggal 23 Juli, kemarin. Sebelum menjadi seorang bunda, saya juga adalah seorang anak dari orang tua yang luar biasa. Terkadang, saat ‘Hari Anak Nasional’ dan ‘Hari Ibu’, saya jadi kangen sama almarhumah mama. Kalau teringat mama ada sebuah kisah lucu dan menarik terkait RS Omni Pulomas.
Mama saya meninggal, dikarenakan sakit pemecahan pembuluh darah otak yang kedua kalinya. Nah, ada cerita lucu dan menarik terkait RS Omni Pulomas, saat mama mengalami pemecahan pembulu darah otak pertama kali dan dirawat di sebuah RS. Bagaimana ceritanya? Simak terus curahan hati saya, di sini ya, sahabat.
Design by canva Assalamualaikum sahabat lithaetr , mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea)....
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Ramadhan telah pergi meninggalkan kita, kita kembali menjalani kehidupan tanpa diiming-imingi pahala sejuta kebaikan. Pertanyaan sekarang, mampukah kita tetap istiqomah mengejar pahala sama seperti saat di bulan Ramadhan? Tentu saja pertanyaan tersebut menjadi tantangan semua umat muslim ke depannya, termasuk saya pribadi.
Mendapatkan pahala seribu bulan, kemudian dapat THR di saat hari lebaran, dan kebiasaan membeli sesuatu yang baru seperti baju, tas, sepatu, dan lain sebagainya, baik di saat akhir Ramadhan atau awal tahun ajaran baru, terkadang membuat kita bersemangat untuk berlomba-lomba mengejar pahala, dengan kebaikan. Diiming-imingi sesuatu hadiah akan membuat kita lebih tertantang untuk menyelesaikan sesuatu dengan saat baik, walaupun perlu perjuangan. Itulah yang sering kita lakukan di saat Ramadhan datang, tapi kita lupa untuk melakukan strategi kebaikan berkelanjutan sesudahnya.
Itulah yang menjadi PR besar bagi kita, khususnya saya pribadi. Bagaimana saya yang masih sering lalai ini bisa tetap menjaga semangat mengejar pahala setelah Ramadhan pergi. Inilah yang selalu menjadi harapan bagi saya pribadi dalam menjaga keimanan yang masih naik turun seperti rollercoaster.
Di usia yang semakin bertambah, seharusnya bekal keimanan dan ketakwaan juga semakin bertambah. Di mana pemikiran sudah mulai terpusat untuk mengejar kehidupan setelah kematian, sebaiknya kita memang perlu membuat strategi menjaga semangat mengejar pahala setelah Ramadhan. Hal tersebut diperlukan agar tetap istiqomah dalam beribadah kepadaNya.
Berkaca dari sikap Rasulullah Saw. yang semakin menambah kualitas ibadah kepada Allah Swt. di saat Ramadhan, tapi Baginda Nabi tidak pernah mengurangi ketakwaan di bulan-bulan lain, memang sebaiknya kita juga demikian. Tetap istiqomah untuk beribadah kepada Allah Swt. Mau tahu strategi apa yang setidaknya bisa kita lakukan? Yuk, tetap disimak tulisan sederhana berikut ini, ya.
3 Alasan Kamu Harus Keluar dari Convert Zone Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (mus...
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Bagaimana puasanya di hari keempat ini? Semoga kita mendapatkan keberkahan dan kenikmatan berpuasa di tahun ini, aamiin. Setelah sebelumnya menulis tentang 5 alasan saya memutuskan menjadi trainer, hari ini saya mau membahas mengapa kita perlu keluar dari convert zone. Apa sih, convert zone itu?
Convert zone itu zona kenyamanan, yaitu sebuah keadaan yang terbentuk karena adanya rasa puas dan nyaman dari seseorang terhadap pencapaian hidupnya. Convert zone ini bisa tercipta kapan saja dan di mana saja, baik dalam hal pekerjaan, hubungan sosial, bidang keilmuan, dan lain-lain. Lo, emang kita enggak boleh berada di zona kenyamanan?
Terkait hal tersebut, ada seorang senior, panutan, dan rekan diskusi saya yang berkata, "Kelamaan di zona nyaman tuh, enggak sehat."
Kata-kata tersebut, cukup membuat saya berpikir banyak hal. Apakah saya sudah terlalu lama berada di zona nyaman? Sehingga saya tidak perlu belajar lebih dan berkembang lagi? Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba tantangan baru. Mau tahu apa itu? Nanti ya, hehehe. Sekarang, saya akan mencoba membahas alasan kita perlu keluar dari convert zone. Semoga masih berkenan menyimak tulisan ini.
Emang Kamu Siapa? Kok Berani Jadi Trainer, Sih? Inilah 5 Alasan, Mengapa Saya Berani Jadi Trainer Assalamualaikum sahabat lithaetr, ma...
Emang Kamu Siapa? Kok Berani Jadi Trainer, Sih? Inilah 5 Alasan, Mengapa Saya Berani Jadi Trainer
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Bulan Ramadhan tinggal menghitung jam saja, izinkan saya untuk meminta maaf atas segala khilaf, baik disengaja ataupun tidak. Semoga kita bisa mendapatkan kenikmatan Ramadhan di tahun ini, aamiin.
Sebelum Ramadhan, bolehlah ya, kalau saya sedikit mengeluarkan unek-unek dan berharap ke depannya, saya bisa menjadi lebih baik lagi, dan tetap bisa terus berbagi ilmu. Mungkin sahabat ada yang bertanya-tanya, tumben saya menulis unek-unek di blog ini, biasanya kalau soal unek-unek itu di blog litha-etr. Iya nih, maafkan karena saya belum bisa nyambi dan nulis di banyak tempat lagi, jadilah saya tulis di sini dulu saja.
Mengapa sih, kok judul hari ini seperti itu? Sebab, ada beberapa kata-kata tak sedap dan tidak enak, yang sempat saya terima di saat saya memutuskan untuk menjadi trainer. Sebelum saya memutuskan untuk menjadi trainer, saya sudah paham betul kalau saya bukanlah siapa-siapa. Lalu, kenapa orang yang biasa-biasa ini berani menjadi trainer? Pastinya sudah ditimbang, dipikirkan, dan direnungkan secara seksama. Apa sih, alasan sebenarnya? Yuk, tetap ikutin curhatan saya ini.
Masih Bingung Membuat Artikel? Cobain 7 Langkah Mudahnya Berikut Ini Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, in...
Masih Bingung Membuat Artikel? Cobain 7 Langkah Mudahnya Berikut Ini
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk berbagi lagi kepada sahabat Lithaetr. Kali ini saya mau berbagi sedikit tentang cara mudah membuat artikel. Mengapa saya ingin berbagi soal ini? Agar tulisan ini bisa menjadi salah satu solusi bagi sahabat Lithaetr, yang masih bingung atau mau belajar membuat artikel.
Selain itu, tulisan ini juga bisa menjadi bank materi mengajar saya, bila saya masih diberikan kesempatan untuk berbagi ilmu lagi. Baiklah, daripada berlama-lama inilah cara mudahnya. Simak terus ulasannya di sini, ya.
7 Aktris yang paling sering Beradu Akting sama Aktor Tampan Korea Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspir...
7 Aktris yang paling sering Beradu Akting sama Aktor Tampan Korea
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Dilansir dari insertlive.com (11/03/2020), ada 7 drama Korea (drakor) yang paling dicari di bulan Maret ini seperti Itaewon Class, Hi Bye, Mama!, Beautiful Love, Wonderful Life, Tell Me What You Saw, 365: Repeat the Year, Crash Landing on You, dan Dr. Romantic 2.
Mengetahui berita tersebut, akhirnya membuat saya tertantang untuk mencoba menulis tentang beberapa aktris yang paling sering beradu akting dengan aktor tampan Korea. Lo, kok enggak nyambung? Nyambunginnya dengan berita tadi adalah di deretannya nanti akan ada nama-nama aktris yang masuk di dalam drakor yang paling dicari di bulan Maret ini. Penasaran siapa-siapa saja aktrisnya? Tetap fokus baca di sini ya, sahabat.
Tidak Suka dengan Itaewon Class? Tonton Saja 5 Drakor Terbaru Tema Supranatural Berikut Ini Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masu...
Tidak Suka dengan Itaewon Class? Tonton Saja 5 Drakor Terbaru Tema Supranatural Berikut Ini
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Sudah kita ketahui kalau drakor (drama Korea) Itaewon Class baru saja tamat dan berhasil memperoleh rating tinggi. Diambil dari soompi.com (22/3/2020), Pada 21 Maret, drama Itaewon Class berhasil memperoleh rating tinggi di episode terakhirnya. Menurut Nielsen Korea, episode terakhir Itaewon Class mendapatkan rating rata-rata nasional sebesar 16,5%. Namun kesuksesan tersebut masih memiliki pro-kontra diantara penikmat drakor.
Dirilis dari wowkeren.com (17/3/2020), diawali oleh sebuah curhatan (curahan hati) seorang netizen yang menulis pendapatnya kalau ia tidak suka dengan drakor Itaewon Class, akhirnya memicu perdebatan di kalangan penonton. Nah, buat kamu yang merasa tidak suka dengan drakor Itaewon Class, tonton saja drakor bertema supernatural yang seru, asyik, dan keren berikut ini. Mau tahu drakor apa sajakah itu? Ikutin terus ulasannya di sini.
Corona Tiba, Inilah 5 Kebahagiaan yang didapatkan IRT ala Lithaetr Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspi...
Corona Tiba, Inilah 5 Kebahagiaan yang didapatkan IRT ala Lithaetr
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Alhamdulillah, masih diberikan kesempatan untuk bisa berbagi tulisan kembali lewat blog ini. Setelah seminggu lebih beraktivitas di rumah, karena ketetapan pemerintah meliburkan sekolah dan jika memungkinkan bekerja dari rumah, akibat epidemi virus corona, saya sebagai seorang ibu rumah tangga merasa bahagia.
Loh kok, bahagia? Bukannya kita harus waspada dan berhati-hati? Betul sekali. Memang kita perlu waspada dan berhati-hati agar dapat mencegah penyebaran virus corona ini, salah satunya menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan. Kemudian melakukan aktivitas lebih banyak di rumah, karena menghindari interaksi sosial di keramaian.
Namun demikian, saya tetap berbahagia dengan adanya ketetapan pemerintah yang meliburkan sekolah dan jika memungkinkan bekerja dari rumah, mengapa? Yuk, simak terus ulasan saya berikut ini.
5 Cara Mudah Agar Kita Tidak Gugup Bicara di Depan Umum ala Lithaetr Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, insp...
5 Cara Mudah Agar Kita Tidak Gugup Bicara di Depan Umum ala Lithaetr
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
MasyaAllah, gara-gara mba Steffi Fauziah, yang sudah mencolek diri saya di dalam tulisan blognya yang keren. Jadilah, saya merasa perlu mengutarakan aliran rasa (istilah dalam Ibu Profesional untuk kesan dan pesan), tentang bagaimana cara agar kita tidak gugup berbicara di depan umum.
Mini Workshop Penulis yang Produktif
Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 8 Maret, saya diberikan kesempatan oleh mba Steffi yang seorang lifestyle blogger dan tim Sekretariat Prisma Masjid At-Tin, untuk berbagi ilmu seputar kepenulisan. Alhamdulillah, acara tersebut berjalan dengan lancar, asyik, seru, dan semoga bermanfaat.
Mba Steffi sempat menyinggung soal kelihaian saya dalam berbicara di depan umum, padahal bukanlah saya yang ahli melainkan beliaulah nan keren, jadilah saya terlihat hebat.
Tapi, jikalau sahabat tetaplah penasaran bagaimana sih, caranya agar tidak gugup atau grogi berbicara di depan umum? Terusin bacanya, ya sahabat.
Selain Itaewon Class, Inilah 6 Drakor Park Seo Joon yang Kekinian Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspir...
Selain Itaewon Class, Inilah 6 Drakor Park Seo Joon yang Kekinian
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Sejak penayangan perdananya (31 Januari lalu), Itaewon Class, terus menerus memikat hati para Kdrama Lovers (sebutan bagi penggemar drama Korea (drakor)). Menyisakan beberapa episode terakhir, drakor ini tetap mendapatkan rating tinggi. Diambil dari soompi.com (7/3/2020), rating Itaewon Class tercatat sebesar 13,8% untuk jumlah penonton di hari Jumat dan jumlah ini naik 1 poin lebih tinggi dibandingkan episode sebelumnya yang tayang pada 29 Februari.
Park Seo Joon, gambar: instagram.com/jtbcdrama
Drakor ini dibintangi oleh aktor berbakat Korea Selatan (Korsel) bernama Park Seo Joon. Aktor ini dikenal selektif dalam memilih perannya, sehingga kematangannya dalam berakting semakin terlihat. Hal ini terbukti dengan suksesnya, Park Seo Joon, berakting menjadi narapidana dan CEO Restoran di Itaewon Class.
Nah, buat sahabat yang penasaran sama perkembangan aktingnya Park Seo Joon silakan simak terus ulasannya di sini, sebab saya akan bahas drakor-drakor selain Itaewon Class, yang sudah dibintangi sama aktor berbakat ini tapi masih kekinian. Kekinian di sini, maksudnya dimulai dari drakor tahun 2014 hingga sekarang. Mau tahu drakor apa saja? Yuk, kita simak sama-sama.
Selamat Memasuki Dunia Parenting, Inspirasi, dan Hiburan
Assalamualaikum, saya Talitha Rahma mantan wartawan dan asistant produser. Saat ini saya berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang menulis buku, blogger, trainer, dan pemerhati anak.
Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances