Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Sebagai ibu rumah tangga dan memiliki 4 orang anak, saya pernah mengalami rasa lelah, jenuh, dan stres. Oleh karena itu, melakukan petualangan bersama keluarga menjadi pilihan yang asyik bagi kami.
Tentu saja melakukan petualangan bersama keluarga perlu mempertimbangkan beberapa hal, karena saya masih memiliki bayi, tapi bila menimbang berbagai manfaat yang bisa didapatkan, berpetualang bersama keluarga itu salah satu momen yang jangan terlewatkan.
Memang apa saja sih, manfaat melakukan petualangan bersama keluarga dan petualangan-petualangan asyik ala Lithaetr? Jika sahabat masih berkenan membaca, silakan teruskan membacanya di sini, ya!
7 Tips Buka Usaha Jasa Fotografer Bagi Pemula Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle , parenting , inspirasi, dan h...
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Setelah 2 tahun, Indonesia mencoba beralih dari pandemi jadi endemi dan salah satu bisnis yang masih diminati adalah jasa fotografer. Mengapa? Sebab mengabadikan momen berharga ke dalam foto adalah salah satu cara untuk menyimpan kenangan dan masih banyak orang yang ingin mengabadikan peristiwa berharga dalam hidupnya ke dalam foto.
Apalagi bila sudah menjadi endemi, jasa fotografer akan kembali naik daun sebab orang-orang akan kembali melakukan acara-acara penting seperti foto pre-wedding, foto acara perusahaan, foto produk untuk iklan dan lain sebagainya.
Itulah alasan-alasan mengapa jasa fotografer tetap memiliki potensi bisnis yang potensial. Terusin membacanya di sini, saya akan coba kasih tips-tips memulai jasa fotografer untuk sahabat Lithaetr, yang mungkin tertarik dengan dunia fotografi.
3 Alasan Mengapa Ibu Tak Boleh Gaptek Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle , parenting , inspirasi, dan hiburan (mu...
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Izinkan saya mengeluarkan 20 ribu kata, ya sahabat. Saya mau menulis tentang alasan mengapa ibu tak boleh gaptek (gagap teknologi). Saya ingin menulis ini karena membaca sebuah status guru atau panutan saya dalam menulis, tentang sudah tidak punya televisi di rumah kok, masih bisa kecolongan.
Nasihat beliau seketika membuat saya merenung. Saya masih belum 100 persen no tv no gadget untuk anak-anak. Padahal saya tahu kalau peraturan sekolahnya si sulung itu menghimbau agar anak-anak bisa no tv no gadget di rumah.
Saya salut dengan keluarga yang sukses menerapkan hal tersebut. Saya tidak ingin berdebat soal hal tersebut, sebab untuk no tv no gadget ini kembali ke visi serta misi keluarga lagi. Bagi saya dengan menerapkan screen time dan pendampingan saat mereka nonton maupun menggunakan gawai serta melakukan komunikasi serta diskusi secara terbuka, bagi kami itu membahagiakan.
Apalagi 2 tahun tidak ke mana-mana sempat membuat saya kehabisan akal agar anak-anak bisa berkegiatan positif, akhirnya bermain gameyang bermanfaat, seperti main game matematika. Apa sih, yang membuat saya merenung membaca nasihat dari gurunda saya menulis itu?
Intinya jangan merasa aman kalau sudah membatasi anak-anak karena tidak mengizinkan mereka menonton televisi atau menggunakan telepon genggam di rumah. Sebab, paparan informasi yang si anak dapatkan bisa saja dari luar rumah.
Kemudian saat ia bertanya kepada orang tuanya, termasuk ibunya, tapi ibunya tidak mengikuti perkembangan zaman dan si anak tidak merasa orang tuanya tidak nyaman diajak diskusi, kira-kira apa yang akan terjadi? Dari nasihat itulah kemudian saya merasa sebagai orang tua, khususnya ibu memang tidak boleh gaptek.
Mengapa? Silakan baca curhatan saya di sini, ya sahabat Lithaetr.
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea). Setel...
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Setelah beberapa purnama, akhirnya saya nonton film Bollywood lagi, yaitu Hichki. Film ini sudah masuk daftar tontonan saya lama, cuma baru terealisasi setelah terpicu karena seorang teman mengulasnya di blog.
Jadilah saya menontonnya dan yang saya rasakan adalah terharu, sekaligus ada perasaan seperti pulang kampung. Tentu saja, saya mendapatkan pelajaran berharga dari Film Bollywood Hichki ini.
Mengapa saya merasa demikian dan hikmah kehidupan apa saja yang disajikan dalam film Bollywood Hichki ini? Simak terus penuturan saya di sini, ya.
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle , parenting , inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea). T...
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Tulisan pertama di bulan Agustus ini, saya ingin membicarakan soal bahagia. Mengapa tiba-tiba saya ingin berbicara soal kebahagiaan? Sebab, setelah saya mengikuti acara ‘Selebrasi Akbar HIMA IP Jakarta’, ternyata ada 21 alasan ibu tidak bahagia.
Pendapat ada 21 alasan ibu tidak bahagia ini disampaikan oleh Praktisi Home Schooling, teh Kiki Barkiah. Mengapa teh Kiki (begitu beliau disapa), berpendapat demikian? Simak terus penjelasannya di sini.
Pilih Han Ji Pyeong atau Nam Do San, Lihat Dulu 5 Fakta Ini Kiri = Han Ji Pyeong (Kim Seon Ho) dan Kanan = Nam Do San (Nam Joo Hyuk) Assal...
Pilih Han Ji Pyeong atau Nam Do San, Lihat Dulu 5 Fakta Ini
Kiri = Han Ji Pyeong (Kim Seon Ho) dan Kanan = Nam Do San (Nam Joo Hyuk)
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Tulisan Pilih Han Ji Pyeong atau Nam Do San ini, terinpisrasi karena maraknya pembicaraan yang ada di timeline atau linimasi media sosial. Linimasi media sosial sedang panas tentang memilih tim Han Ji Pyeong atau tim Nam Do San.
Siapakah sih, Han Ji Pyeong dan Nam Do San yang sedang menjadi pembicaraan di linimasi? Ternyata dua nama itu adalah nama-nama tokoh atau karakter dari drama Korea (drakor) Start Up.
Drakor yang dibintangi oleh Bae Suzy, Nam Joo Hyuk, dan Kim Seon Ho ini memang sedang jadi bahan perbincangan. Mengapa? Sebab, drakor Start Up ini mengangkat cerita tentang bisnis rintisan yang sedang populer saat ini.
Penasaran mengapa Han Ji Pyeong dan Nam Do San menjadi viral? Simak dulu tulisan saya berikut ini.
5 Role Model Lithaetr Saat Menyusun Mimpi Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting , inspirasi, dan hibura...
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Dikarenakan 2020 akan segera berakhir, saya jadi ingin sedikit napak tilas tentang role model Lithaetr, yang akhirnya membuat saya memiliki banyak mimpi. Mengapa saya memilih bermimpi untuk menjadi seperti mereka? Sepertinya saya merasa perlu untuk menelaah lagi niat saya yang sebenarnya.
Oleh karena itu, tulisan ini juga menjadi bahan evaluasi mimpi dan aliran rasa bagi saya pribadi, setelah ikutan menyimak sedikit orientasi Kampung Komunitas batch 2. Semoga sahabat Lithaetr, mau membaca curhatan saya ini, ya. Buat sahabat yang berkenan meneruskan membaca, saya doakan agar mimpi-mimpi yang belum terwujud bisa segera terlaksana, aamiin.
Baiklah, mari kita simak curhatan sederhana berikut ini,
5 Ritual Pagi ala Lithaetr yang Buat Mood Jadi Ceria Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi,...
5 Ritual Pagi ala Lithaetr yang Buat Mood Jadi Ceria
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Hari ini saya mau mencoba mengulas tentang ritual pagi yang bisa membuat mood jadi ceria. Mengapa saya ingin membahas hal ini? Ada tiga alasan yang membuat saya menulis tulisan ini.
Alasan mengangkat tulisan ini
Alasan pertamanya adalah karena saya termasuk orang yang kalau mood di pagi harinya rusak atau tidak enak, bisa mempengaruhi kondisi emosi keseharian. Oleh karena itu, saya merasa ritual di pagi hari menjadi penting, agar mood saya bisa ceria seharian.
Alasan keduanya, orang-orang sukses juga memiliki ritual pagi yang biasa mereka lakukan. Yang mana ternyata ritual pagi itulah langkah awal dari kesuksesan mereka.
Alasan ketiganya, tulisan ini saya dedikasikan untuk menjawab tantangan‘Writober’ dari RBM (Rumah Belajar Menulis) Ibu Profesional Jakarta (IP Jakarta).
Itulah tiga alasan, mengapa saya mengulas topik ini. Selain itu, tulisan ini juga menjadi pengingat bagi diri agar bisa membuat rutinitas baik secara terus-menerus di pagi hari.
Harapannya agar kegiatan itu akan menjadi kebiasaan mendarah daging nan baik pula. Masa iya, kita enggak mau kebiasaan baik di pagi hari, ya kan, Sahabat? Oleh karena itu, siapa yang penasaran sama ritual saya di pagi hari? Ikutin terus curahan hati saya di sini.
Tunggu Comeback Bigbang, Pesona 14 Tahun yang Tak Pernah Pudar Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, d...
Tunggu Comeback Bigbang, Pesona 14 Tahun yang Tak Pernah Pudar
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Akhirnya tiba juga di penghujung bulan Agustus dan rasanya enggak seru kalau tidak membahas tentang grup idola dari Korea, yang baru saja merayakan 14 tahun perjalanan karir mereka. Siapakah grup idola Korea tersebut? Mereka adalah Bigbang.
Kok, saya tiba-tiba membahas soal Bigbang? Hal ini dikarenakan saya menjawab tantangan dari grup drakor dan literasi-nya KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional), yang bertanya siapakah boyband atau girlband Korea favoritmu. Maka saya akan dengan lantang menjawab, “Saya VIP.”
Lagian pas juga membahas soal Bigbang di bulan Agustus, sebab grup idola Korea saya ini pertama kali muncul ke publik memang di bulan ini. Ingin tahu sekilas tentang grup idola Korea saya, yaitu Bigbang? Ikutin terus saja, ceritanya di sini.
5 Wasiat untuk Ketiga Buah Hati Saya Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, b...
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Kesimpulan materi keempat kelas pra bunsay,
Masih melanjutkan pembicaraan dari perkuliahan ‘pra bunda sayang (bunsay)’, kali ini kami diberikan ilmu soal sejarah dan kerangka berpikir serta piramida Ibu Profesional (IP). Kali ini pematerinya dibawakan oleh perempuan, ibu, dan istri hebat dari IP Banten, yang bernama Mbak Maria Ulfah.
Mbak Maria Ulfah kembali mengingatkan apa sih, tujuan kita belajar di IP. Harapannya setelah belajar di IP, kita akan memiliki 4 kemampuan ini,
Hebat mengelola keluarga
Percaya diri
Mampu mendidik dan mengembangkan anak
Terus menerus mengembangkan diri
Agar memperoleh kepercayaan diri, ternyata kita harus memiliki 3 hal ini,
Mempelajari ilmunya untuk hal-hal yang ingin kita ketahui
Memiliki keterampilan dalam memanejem waktu dengan baik
Bisa menerima dan bersyukur dengan keadaan diri kita sendiri dan keluarga
Mengapa sih, kepercayaan diri bagi seorang perempuan, istri, dan ibu menjadi penting? Sebab, salah satu faktor dari kebahagiaan bisa terjadi, jika seorang perempuan, ibu, dan istri itu sudah percaya diri dalam mengurus serta mengelola keluarganya. Kemudian setelah pintar dalam mengelola keluarga, insyaAllah perempuan, istri, dan ibu juga akan mampu mendidik dan mengembangkan anak-anaknya. Setelah itu, keinginan untuk terus bertumbuh dan belajar akan tertanam dalam diri.
Dari menyimak materi dari Mbak Maria Ulfah, saya suka dengan kalimat beliau yang satu ini,
“Seorang Ibu yang berkualitas baik akan melahirkan anak-anak yang baik dan unggul, sehingga mampu membangun sebuah peradaban yang baik. Seorang ibu harus memiliki jiwa pembelajar. Terus belajar dan meningkatkan kualitas diri demi memantaskan menjadi ibu dari anak-anak yang hebat.”
Kesimpulan materi dari Mbak Maria Ulfah semakin membuat saya yakin, kalau IP adalah keluarga ideologis saya dalam memantaskan diri menjadi ibu dari anak-anak hebat, yaitu ketiga buah hati saya.
Saya paham betul kalau saya tidak akan bisa mendampingi mereka selamanya. Akan ada masa, saya harus kembali mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya, selama di dunia. Oleh karena itu, saya ingin memberikan wasiat atau pesan kepada ketiga buah hati saya. Apa sajakah wasiatnya itu? Jika berkenan, silakan tetap menyimak di sini ya, sahabat.
5 Ilmu Parenting yang Wajib Dimiliki Orang Tua Saat Mendampingi Anak Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspir...
5 Ilmu Parenting yang Wajib Dimiliki Orang Tua Saat Mendampingi Anak
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Kesimpulan materi ketiga kelas pra bunsay,
Masih melanjutkan pembicaraan dari perkuliahan ‘pra bunda sayang (bunsay)’, kali ini kami diberikan ilmu soal Core Value dan Karakter Moral. Pematerinya pun tetap kece yaitu Mbak Farida Ariyani (Farida) dan Mbak Ressy Laila Untari Ningsih (Ressy Laila).
Mbak Farida menyampaikan, kalau Core Value itu ibarat tali yang menarik dari diri kita atau nilai-nilai positif yang terdapat dalam diri, seperti semangat belajar, terus berkembang, aktif berkarya, selalu berbagi, dan selalu berdampak. Itulah Core Value yang sebaiknya dimiliki oleh para member yang berada di Ibu Profesional (IP).
Dikarenakan oleh Core Value itu jugalah, yang membuat saya bergabung ke IP. Merasa diri ini butuh perbaikan ke arah yang lebih baik, setidaknya butuh teman dan rekan yang bisa saling menyemangati. Di IP-lah saya menemukan hal ini.
Selain Core Value, ada juga karakter moral yang juga dibutuhkan dan sebaiknya dimiliki oleh member IP. Mbak Ressy Laila menuturkan, ada 5 karakter moral yang sebaiknya kita miliki. Apa sajakah itu?
Running the mission alive
Don’t teach me! I love to learn
I know I can be better
Always on time
Sharing is caring
Sebagai anggota IP, harapannya kita akan terus menjalankan misi hidup kita sampai akhir hayat nanti dengan sukacita. Pastinya dengan semangat belajar sepanjang hayat, agar bisa selalu menjadi lebih baik lagi. Kemudian, nantinya kita diharapkan bisa berbagi dan berdampak bagi sesama.
Oleh karena itu, tugas kali ini kami diminta untuk menuliskan ilmu apa saja yang ingin dipelajari dan didalami lagi, sehingga nantinya kami bisa berbagi kembali dengan orang lain. Mau tahu ilmu apa saja yang ingin saya pelajari? Silakan simak terus ceritanya di sini, ya.
5 Syarat untuk Memilih Aktor Favorit ala Lithaetr Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (m...
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Tak terasa tantangan dari grup whatsapp drakor dan literasi KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional) sudah hampir selesai. Kali ini kami diminta untuk menuliskan oppa, dongseng, dan eonni favorit atau sama saja dengan siapakah aktris dan aktor favorit atau bias (nama lain dari idola).
Di tulisan kali ini, saya mau membahas tentang oppa atau aktor favorit saja, ya. Memang apa sih, oppa, dongseng, dan eonni itu? Oppa itu adalah sebutan atau panggilan adik perempuan untuk kakak kandung laki-lakinya. Namun selain itu, oppa ternyata bisa digunakan juga untuk panggilan sayang atau keakraban bagi perempuan yang lebih muda kepada laki-laki yang lebih tua.
Sementara dongseng itu adalah panggilan untuk adik, baik laki-laki atau perempuan. Hampir sama kayak oppa, dongseng, juga digunakan untuk panggilan sayang atau hubungan keakraban. Tidak jauh berbeda juga dengan eonni, yang juga digunakan untuk panggilan sayang atau keakraban diantara perempuan. Eonni, adalah panggilan bagi adik perempuan kepada kakak kandung perempuannya. Dalam hubungan kedekatan, eonni, juga bisa digunakan untuk memanggil perempuan yang lebih tua dibandingkan kita.
Untuk ditulisan kali ini, saya mencoba membahas oppa atau aktor favorit versi saya, berdasarkan beberapa syarat. Kok, pakai syarat segala sih? Ya iya dong, menurut saya kalau menyukai seseorang, entah itu bias maupun ketika mencari jodoh dahulu (ea, hehehe), harus ada syarat atau kriteria di dalamnya. Mengapa? Sebab dari syarat atau kriteria itulah yang nantinya akan membuat kita bertahan atau mau memaafkan ketidak sempurnaan yang dimiliki oleh bias atau calon pasangan (dulu lo, ya, hehehe).
Bias atau idola itu juga manusia biasa, jadilah dia juga tak luput dari kesalahan. Nah, beberapa syarat atau kriteria inilah yang biasanya akan membuat saya mau mempertahankannya sebagai bias. Mau tahu apa saja syaratnya? Tetap ikutin terus penuturannya di sini, ya sahabat.
3 Permainan Asyik Terkait Idul Adha yang Bisa Dilakukan di Rumah Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi,...
3 Permainan Asyik Terkait Idul Adha yang Bisa Dilakukan di Rumah
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Tulisan kedua bulan ini masih terkait dengan Ibu Profesional (IP). Kali ini saya mencoba menyelesaikan tantangan dari rumah belajar (rumbel) menulis(RBM) IP Jakarta. RBM menantang para anggotanya untuk menuliskan tema tentang Idul Adha pada Masa Pandemi. Oleh karena itu, saya mencoba menuliskan pengalaman tentang kegiatan yang sudah saya lakukan bersama anak-anak selama pandemi ini.
Pandemi, membuat saya belajar untuk terus mencari permainan asyik yang bisa dimainkan bersama anak-anak. Tentu saja hal itu tidaklah mudah, apalagi saya termasuk yang tidak suka dengan kegiatan kerajinan tangan dan kesenian (KERTAKES) sewaktu sekolah dulu. Tapi karena sudah menjadi orang tua dan saat Corona datang kami dipaksa untuk banyak melakukan kegiatan dari rumah saja, jadilah saya menantang diri saya untuk mencari inspirasi ide permainan buat anak-anak.
Hampir 4 bulan berkegiatan dari rumah, membuat kami merayakan 2 hari besar Islam juga di rumah saja. Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Sebagai ibu dari 3 anak yang masih kecil-kecil (berada di tahapan usia yang masih belajar dengan sesuatu nan konkret), jadilah saya masih harus mengenalkan segala sesuatunya secara nyata atau dengan sesuatu yang bisa dirasakan, dilihat, dipegang, dan disentuh.
Itulah mengapa saya perlu mengenalkan hari raya besar Islam, khususnya Idul Adha kepada anak-anak secara nyata terlebih dahulu. Bagaimana saya mengenalkannya ke anak-anak? Tetap ikutin terus cerita saya di sini.
Bersama Ibu Profesional, Inilah 3 Kunci Jadi Ibu Kebanggaan Keluarga versi Lithaetr Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia pa...
Bersama Ibu Profesional, Inilah 3 Kunci Jadi Ibu Kebanggaan Keluarga versi Lithaetr
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Awal bulan, izinkanlah saya menuliskan mimpi saya. Wah, kenapa nih, tiba-tiba membicarakan mimpi? Alhamdulillah, setelah menunggu sekian purnama, hehehe, akhirnya saya berkesempatan untuk bisa kembali belajar di Ibu Profesional (IP), lewat kelas ‘Bunda Sayang’ (bunsay).
Apa itu Ibu Profesional?
Buat sahabat Lithaetr yang belum mengetahui apa itu Ibu Profesional, saya akan berusaha menjelaskannya sedikit. Ibu Profesional itu adalah forum belajar bagi ibu dan calon ibu yang ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai ibu, istri, dan perempuan. Di IP inilah, kita akan diajak untuk semakin mengenal siapa diri kita. Setelah itu, kita diajak untuk bertumbuh, belajar, dan saling menguatkan diantara sesama perempuan.
Hal tersebut tentu saja dimaksudkan agar ketika kita ada masalah, kita tidak sendiri. Ada juga lo, perempuan-perempuan di luar sana yang mengalami nasib serupa dan mungkin saja ada yang lebih parah dari apa yang kita alami. Setelah bergabung di IP sejak 2017, sudah ada perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri ini.
Salah satunya adalah mengetahui pentingnya seorang ibu harus belajar atau memiliki ilmu dalam mendidik anak-anaknya. Memang mengapa ibu perlu belajar dalam mendidik anak-anaknya? Simak terus penuturannya di sini.
3 Alasan Drakor Saeguk Membuat Saya Suka Cerita Sejarah Design by canva Daftar isi: 1. Drakor saeguk itu apa? 2. Alasan drakor saeguk enak u...
3 Alasan Drakor Saeguk Membuat Saya Suka Cerita Sejarah
Design by canva
Daftar isi:
1. Drakor saeguk itu apa?
2. Alasan drakor saeguk enak untuk ditonton
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Jangan lupakan sejarah! Kalimat itulah yang sering dipakai untuk mengingatkan, bila kita dirasa sudah lupa siapa diri ini. Tapi mengapa kita tidak boleh lupa sejarah? Padahal saya termasuk yang tidak suka pelajaran sejarah. Menurut saya, pelajaran sejarah itu membosankan dan banyak luka di dalamnya, khususnya sejarah Indonesia. Belajar tentang penjajahan menurut saya tidak mengenakan.
Entah mengapa, pelajaran sejarah bagi saya dulu itu enggak seru, karena yang saya tangkap, hanya Indonesia itu lama dijajah oleh bangsa lain. Jadilah sejarah Indonesia itu tidak keren bagi saya. Padahal, sebenarnya dibalik cerita penjajahan tersebut, banyak cerita perjuangan yang tidak diceritakan. Itulah yang saya mulai cari tahu karena belajar dari menonton drama Korea (drakor) Saeguk (sejarah atau kolosal).
Lo, kok bisa gara-gara nonton drakor saeguk malah jadi suka belajar sejarah? Yuk, simak alasan-alasannya di bawah ini, ya sahabat Lithaetr.
3 Alasan Kamu Harus Keluar dari Convert Zone Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (mus...
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Bagaimana puasanya di hari keempat ini? Semoga kita mendapatkan keberkahan dan kenikmatan berpuasa di tahun ini, aamiin. Setelah sebelumnya menulis tentang 5 alasan saya memutuskan menjadi trainer, hari ini saya mau membahas mengapa kita perlu keluar dari convert zone. Apa sih, convert zone itu?
Convert zone itu zona kenyamanan, yaitu sebuah keadaan yang terbentuk karena adanya rasa puas dan nyaman dari seseorang terhadap pencapaian hidupnya. Convert zone ini bisa tercipta kapan saja dan di mana saja, baik dalam hal pekerjaan, hubungan sosial, bidang keilmuan, dan lain-lain. Lo, emang kita enggak boleh berada di zona kenyamanan?
Terkait hal tersebut, ada seorang senior, panutan, dan rekan diskusi saya yang berkata, "Kelamaan di zona nyaman tuh, enggak sehat."
Kata-kata tersebut, cukup membuat saya berpikir banyak hal. Apakah saya sudah terlalu lama berada di zona nyaman? Sehingga saya tidak perlu belajar lebih dan berkembang lagi? Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba tantangan baru. Mau tahu apa itu? Nanti ya, hehehe. Sekarang, saya akan mencoba membahas alasan kita perlu keluar dari convert zone. Semoga masih berkenan menyimak tulisan ini.
Emang Kamu Siapa? Kok Berani Jadi Trainer, Sih? Inilah 5 Alasan, Mengapa Saya Berani Jadi Trainer Assalamualaikum sahabat lithaetr, ma...
Emang Kamu Siapa? Kok Berani Jadi Trainer, Sih? Inilah 5 Alasan, Mengapa Saya Berani Jadi Trainer
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Bulan Ramadhan tinggal menghitung jam saja, izinkan saya untuk meminta maaf atas segala khilaf, baik disengaja ataupun tidak. Semoga kita bisa mendapatkan kenikmatan Ramadhan di tahun ini, aamiin.
Sebelum Ramadhan, bolehlah ya, kalau saya sedikit mengeluarkan unek-unek dan berharap ke depannya, saya bisa menjadi lebih baik lagi, dan tetap bisa terus berbagi ilmu. Mungkin sahabat ada yang bertanya-tanya, tumben saya menulis unek-unek di blog ini, biasanya kalau soal unek-unek itu di blog litha-etr. Iya nih, maafkan karena saya belum bisa nyambi dan nulis di banyak tempat lagi, jadilah saya tulis di sini dulu saja.
Mengapa sih, kok judul hari ini seperti itu? Sebab, ada beberapa kata-kata tak sedap dan tidak enak, yang sempat saya terima di saat saya memutuskan untuk menjadi trainer. Sebelum saya memutuskan untuk menjadi trainer, saya sudah paham betul kalau saya bukanlah siapa-siapa. Lalu, kenapa orang yang biasa-biasa ini berani menjadi trainer? Pastinya sudah ditimbang, dipikirkan, dan direnungkan secara seksama. Apa sih, alasan sebenarnya? Yuk, tetap ikutin curhatan saya ini.
Masih Bingung Membuat Artikel? Cobain 7 Langkah Mudahnya Berikut Ini Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, in...
Masih Bingung Membuat Artikel? Cobain 7 Langkah Mudahnya Berikut Ini
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk berbagi lagi kepada sahabat Lithaetr. Kali ini saya mau berbagi sedikit tentang cara mudah membuat artikel. Mengapa saya ingin berbagi soal ini? Agar tulisan ini bisa menjadi salah satu solusi bagi sahabat Lithaetr, yang masih bingung atau mau belajar membuat artikel.
Selain itu, tulisan ini juga bisa menjadi bank materi mengajar saya, bila saya masih diberikan kesempatan untuk berbagi ilmu lagi. Baiklah, daripada berlama-lama inilah cara mudahnya. Simak terus ulasannya di sini, ya.
Corona Tiba, Inilah 5 Kebahagiaan yang didapatkan IRT ala Lithaetr Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspi...
Corona Tiba, Inilah 5 Kebahagiaan yang didapatkan IRT ala Lithaetr
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Alhamdulillah, masih diberikan kesempatan untuk bisa berbagi tulisan kembali lewat blog ini. Setelah seminggu lebih beraktivitas di rumah, karena ketetapan pemerintah meliburkan sekolah dan jika memungkinkan bekerja dari rumah, akibat epidemi virus corona, saya sebagai seorang ibu rumah tangga merasa bahagia.
Loh kok, bahagia? Bukannya kita harus waspada dan berhati-hati? Betul sekali. Memang kita perlu waspada dan berhati-hati agar dapat mencegah penyebaran virus corona ini, salah satunya menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan. Kemudian melakukan aktivitas lebih banyak di rumah, karena menghindari interaksi sosial di keramaian.
Namun demikian, saya tetap berbahagia dengan adanya ketetapan pemerintah yang meliburkan sekolah dan jika memungkinkan bekerja dari rumah, mengapa? Yuk, simak terus ulasan saya berikut ini.
Yoon Se Ri (Son Ye Jin) dan Ri Jeong Hyuk (Hyun Bin)-Sumber Gambar: instagram.com/tvndrama.official/ Assalamualaikum Sahabat Lithaet...
Yoon Se Ri (Son Ye Jin) dan Ri Jeong Hyuk (Hyun Bin)-Sumber Gambar: instagram.com/tvndrama.official/
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr,
mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan
drama Korea).
Siapa yang masih belum bisa
move on dari drama Crash Landing On You?
Drama Korea (drakor) yang dibintangi Hyun Bin dan Son Ye Jin ini selalu
mendapatkan rating tertinggi di Korea, bahkan di episode terakhirnya kemarin
(16 Februari 2020), mendapat rating tertinggi sepanjang sejarah pencapaian
saluran televisi tvN. Drakor Crash
Landing On You berhasil meraih rating sebesar 21,6 persen. Makanya wajar
kalau drakor ini sempat menjadi trending topik di Twitter.
Dilansir dari liputan6.com
(18/2/2020), bahkan sejumlah selebritas tanah air seperti Anissa Phan, Ashanty,
hingga Sandra Dewi, ikut mengunggah momen yang berkaitan dengan episode
terakhir drama Crash Landing On You
ini. Sehingga tagar yang berkaitan dengan drakor ini pun masuk ke trending topik
di twitter Indonesia.
Nah, bagi sahabat yang
mungkin juga belum bisa move on dari drakor ini, simak dulu adegan-adegan
romantis menurut penulis, yang tak terlupakan berikut ini.
Selamat Memasuki Dunia Parenting, Inspirasi, dan Hiburan
Assalamualaikum, saya Talitha Rahma mantan wartawan dan asistant produser. Saat ini saya berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang menulis buku, blogger, trainer, dan pemerhati anak.
Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances